Kado Terindah di Usia 4 Tahun: Perjuangan Alesha Pulih dari Clubfoot/CTEV
Memiliki buah hati dengan kondisi Clubfoot/CTEV atau yang sering dikenal dengan kaki pengkor tentu menjadi ujian kesabaran bagi orang tua. Inilah yang dirasakan oleh Bunda Vidi saat putri kecilnya, Alesha, didiagnosis mengalami Clubfoot/CTEV bilateral (kedua kaki) sejak lahir.
Namun, siapa sangka, air mata perjuangan itu kini berubah menjadi senyum syukur yang tak terhingga.
Melewati Masa Sulit dan "Baby Blues"
Menjadi ibu baru sekaligus menerima kenyataan kondisi fisik anak bukanlah hal mudah. “Saya ngga bisa berkata-kata, cuma diem dan ngga bisa ngomong apa-apa. Pikiran saya sudah kacau Alesha bisa sembuh apa ngga,” ungkap Bunda Vidi ketika pertama kali mengetahui kondisi kaki anaknya. “Bun, yang tenang, karna kata bu bidan (kaki Alesha) bisa diobati,” kenang Bunda Vidi ketika sang suami mencoba menguatkannya.
Bunda Vidi sempat merasa terpuruk dan mengalami fase down. Ia sempat berfikir apakah ini semua akibat dari salah perkataan atau perbuatan selama Ia mengandung Alesha, ataupun karna kutukan, “sempet berfikir seperti itu”. Perjalanan medis Alesha pun dimulai dengan penuh tantangan; mulai dari tangisan bayi saat pemasangan gips, hingga rasa tidak tega melihat Alesha kecil harus menggunakan sepatu koreksi.
"Pertama kali penggunaan sepatu itu (Alesha) rewel dan nangis terus. Pemikiran saya waktu itu menyiksa anak, saya kasihan, akhirnya pakai sepatunya jarang-jarang," ungkap Bunda Vidi. Namun, titik balik muncul saat harapan datang dari informasi tak terduga.
Titik Terang Bersama Pusat Rehabilitasi YAKKUM
Melalui status WhatsApp seorang teman, Bunda Vidi mengenal Pusat Rehabilitasi YAKKUM (PRYAKKUM) dan program bantuan sepatu gratis dari program penanganan Clubfoot/CTEV.
Dukungan moral dari tim PRYAKKUM, khususnya Bapak Dwi, menjadi penguat bagi Bunda Vidi. Kehadiran pendamping yang meyakinkan bahwa "Alesha pasti pulih" membangkitkan kembali semangat keluarga untuk disiplin menjalani proses koreksi.
Disiplin: Kunci Melawan Risiko Relaps
Setelah tindakan tenotomi (prosedur bedah kecil pada tendon Achilles untuk menyempurnakan koreksi kaki) dan pelepasan gips terakhir, Alesha memasuki fase krusial, yaitu penggunaan sepatu koreksi. Kuncinya adalah konsistensi. Selama 3 bulan pertama, Alesha disiplin menggunakan sepatu tersebut selama 23 jam sehari.
Disiplin ini sangat penting karena meski kaki terlihat lurus setelah gips, otot dan tendon bayi masih sangat lentur dan memiliki risiko kembali ke posisi semula (relaps) hingga 80% jika tidak ditahan oleh sepatu koreksi secara konsisten
Disiplin yang Membuahkan Hasil
Hasil dari konsistensi tersebut sangat luar biasa. Di usia Alesha yang keempat, dokter menyatakan bahwa kakinya sudah terkoreksi sempurna. Momen mengharukan ini terjadi saat Alesha menjalani kontrol rutin dengan seorang dokter spesialis orthopedi. Setelah memeriksa kondisi kaki Alesha secara langsung, dokter memberikan kabar yang sangat melegakan:
"Udah bagus kok kakinya, sekarang sudah bisa enggak pakai sepatu lagi,".
Mendengar kalimat tersebut, Bunda Vidi merasa segala perjuangan dan air matanya selama ini terbayar lunas. Baginya, pernyataan dokter bahwa Alesha sudah pulih merupakan sebuah keajaiban dan anugerah terbesar bagi sang buah hati. Seperti yang diungkapkannya dengan penuh haru:
"Sebuah kado terindah untuk anak saya sendiri sih, di usia 4 tahun udah enggak perlu pakai sepatu lagi,".
Kalimat dari dokter tersebut kini menjadi kado terindah bagi masa kecil Alesha. Ia tidak lagi terikat pada sepatu koreksi dan kini bebas beraktivitas, berlari, melompat, serta bergerak lincah ke segala arah bersama teman-teman seusianya di sekolah.
Tumbuh Aktif di Lingkungan Inklusif
Kini, Alesha adalah siswi PAUD yang lincah. Berkat komunikasi yang baik antara orang tua dan pihak sekolah, Alesha tumbuh di lingkungan yang mendukung. Gurunya bahkan tak menyangka Alesha pernah mengalami Clubfoot/CTEV.
"(Alesha) Sudah bisa melompat, meloncat, dan bergerak aktif. Tidak kelihatan (kakinya) kalau dulu pernah mengalami kondisi itu (Clubfoot/CTEV)," ungkap sang guru dengan bangga.
Pesan untuk Orang Tua Hebat
Kisah Alesha adalah bukti bahwa sinergi antara kasih sayang orang tua, prosedur medis yang tepat, dan dukungan lingkungan inklusif dapat mewujudkan kemandirian anak. Kepada para orang tua yang sedang berjuang, Bunda Vidi berpesan:
"Jangan berkecil hati, pasti bisa sembuh asalkan kita mau mengusahakan pengobatannya. Jangan menyerah, jangan takut. Insyaallah, anak kita pasti pulih."
Butuh Dukungan untuk Penanganan Clubfoot/CTEV?
Jika buah hati Anda atau kerabat mengalami kondisi serupa, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tim kami di nomor:
Pak Dwi : 0852 – 9293 - 2988
Athuf : 0857 – 4022 – 1473
Kami menyediakan layanan informasi koreksi Clubfoot/CTEV dan bantuan sepatu koreksi gratis untuk masa depan anak yang lebih baik.
--------------------------------------------------------------------------------
Medical Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat edukatif dan inspiratif, bukan merupakan pengganti saran, diagnosis, atau pengobatan medis profesional. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan anak Anda dengan dokter spesialis ortopedi atau tenaga kesehatan yang kompeten.
Ditulis oleh:
Ardhi Cahyanto K.
28 Mei 2026