Irul adalah seorang disabilitas Cerebral Palsy yang juga seorang peternak ayam. Irul memiliki kesulitan untuk memberi pakan dan minum ayam dikarenakan tidak mampu membawa pakan ternak kedalam kandang. Hal ini mengakibatkan ayam yang dipelihara Irul malnutrisi, mudah mati dan harga jualnya rendah.
Didukung oleh Voice, mulai 2019 kami bekerja sama dengan CDMD Kamboja untuk mengembangkan program pertanian inklusif yang menitikberatkan pada pemberdayaan ODD yang berfokus pada dua aspek yaitu peningkatan kapasitas melalui metode Creative Capacity Building (CCB) dan pembuatan alat pertanian inklusif bagi 4 kelompok disabilitas di Purworejo, Jawa tengah
Tahukah kalian apa itu sehat jiwa? Apa saja sih gejala dan tanda-tandanya? Yuk, ketahui lewat Buku Saku Kesehatan Jiwa!
Y.J. Dapamerang, Kepala Dinas PMD Sumba Barat, membicarakan tentang dana desa untuk difabel di Sumba Barat. Dari 80 milyar lebih APBDes di tahun 2019, 10% sudah teralokasi untuk disabilitas. Melalui musyawarah Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (RAPBD) untuk tahun 2020, 20 milyar dana telah dijamin untuk dialokasikan untuk disabilitas. Sebelum ada panduan evaluasi, prosentase anggaran untuk disabilitas masih sangat kecil.
Perjalanan panjang untuk berkontribusi pada Indonesia setara dan semartabat melalui Program Peduli hampir mendekati penghujung akhir. Namun demikian banyak tonggak-tonggak yang telah ditancapkan untuk menandai adanya modal keberlanjutan gerakan inklusi sosial hingga sepanjang hayat.
Berpartisipasi dalam kegiatan AgriLab sungguh membawa perubahan yang besar dalam hidup saya. Melalui kegiatan tersebut saya dapat belajar untuk mengemukakan pendapat didepan banyak orang. Dengan mampu melakukan hal tersebut saya juga mampu untuk meningkatkan motivasi dan penerimaan diri. (Maria, 28 tahun - Mitra dampingan Pusat Rehabilitasi YAKKUM dari wilayah Sumba, Nusa Tenggara Timur)
Ada begitu banyak orang di berbagai daerah yang terkena dampak wabah COVID-19. Situasi yang sama juga terjadi di Yogyakarta sejak awal Maret 2020. Salah satu yang terpengaruh adalah Nita, seorang disabilitas psikososial yang tinggal di sebuah desa kecil di bagian timur Yogyakarta. Nita adalah penerima manfaat kami yang sudah pulih dan mampu membantu suaminya melakukan kegiatan produktif dengan menjalankan bisnis menjahit mereka. Bisnis ini adalah satu-satunya sumber pendapatan yang mereka miliki untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.
Makmur Bakery adalah sebuah bisnis kelompok yang diprakarsai oleh Disable People Organization (DPO) di Kecamatan Bagelen, Jawa Tengah. Bisnis ini berhasil mendukung orang dengan disabilitas yang ada di DPO tersebut untuk berkegiatan produktif. Keberadaan Makmur Bakery sudah diakui oleh banyak pemangku kepentingan termasuk masyarakat dan pemerintah daerah. Bisnis utama Makmur Bakery adalah memproduksi kue dan biskuit yang berfokus pada kuliner tradisional Purworejo.
Sejak COVID-19 ditetapkan sebagai pandemi pada awal bulan Maret 2020, Hopi merupakan salah satu anak yang harus melakukan kegiatan belajar di rumah mengingat anak dengan Cerebral Palsy merupakan salah satu kelompok yang paling riskan terpapar. Namun demikian ada banyak hal yang tergali dan terbentuk pada masa belajar dirumah ini. Salah satunya adalah meningkatnya peran aktif orang tua dalam mendampingi belajar anak.
Terimakasih buat kesediaan merawat pasien, maafkan kami yang bandel dan sulit #DirumahSaja , semoga anda selalu diberikan kesehatan. Tuhan memberkati- ucap Regina, salah satu warganet yang mengirimkan pesan lewat media sosial kepada kami. Regina merupakan salah satu diantara lebih dari 400 orang yang mengirimkan pesan dukungan kepada tenaga medis yang berjuang menangani pasien COVID-19. Dalam kampanye ini, kami meminta warganet untuk mengirimkan pesan dukungan yang nantinya akan kami sampaikan kepada tenaga medis lewat sebotol kopi. Pesan tersebut kami tulis satu persatu di dalam botol kopi yang dibuat oleh teman-teman difabel di Cafe Cupable @cupablecoffee.