Pemberdayaan Ekonomi

Program pemberdayaan ekonomi bertujuan untuk membantu penyandang disabilitas agar dapat mandiri baik secara ekonomi maupun social.

Bentuk kegiatan dari pemberdayaan ekonomi adalah sbb :

1.      Peningkatan pengetahuan dan ketrampilan penyandang disabilitas dan keluarganya

Peningkatan pengetahuan melalui training bertujuan untuk mengembangkan bakat penyandang disabilitas sehingga nantinya dapat membantu mereka untuk bekerja secara mandiri di dalam masyarakat baik membuka usaha sendiri maupun bekerja di pekerjaan formal. Ada beberapa kursus yang dijalankan, diantaranya adalah kursus menjahit, tata boga, elektronika, salon, bengkel, pertanian, peternakan , makanan olahan dan lain sebagainya termasuk standarisasi kualitas ( PIRT ) . Kursus diselenggarakan berdasarkan kebutuhan, bakat dan potensi pasar yang kemudian dikembangkan bagaimana mereka dapat bertahan di pekerjaan mereka.

Setelah mendapatkan kursus ketrampilan untuk beberapa waktu (biasanya 3-6 bulan) mereka kemudian disalurkan untuk mendapatkan pekerjaan (melalui Job Fair dan penyaluran langsung) dan atau usaha mandiri .  Penyaluran kerja lebih kepada pekerjaan di bidang formal, sehingga mereka juga dihadapkan di dalam berhubungan sosial dengan masyarakat dan ketahanan kerja. Sebelum mereka  dilepas dan disalurkan untuk bekerja, ada pembekalan soft skill bagi mereka yang kosentrasinya adalah untuk menyiapkan anak untuk dapat menghadapi tantangan kerja yang ada sekarang.

1.      Stimulant modal usaha

Selain memfasilitasi penyandang disabilitas untuk mendapatkan pekerjaan formal, mendorong mereka untuk membangun usaha sendiri juga sangat dibutuhkan.

Salah satu bentuk dorongan kepada mereka adalah memfasilitasi modal baik untuk membangun usaha maupun mengembangkan usaha yang dikelola melalui kelompok / DPO dan memfasilitasi dan atau memberikan edukasi kepada mereka agar dapat mengakses modal dari bank.

2.      Pembentukan dan Penguatan Organisasi Penyandang Disabilitas ( DPO/ Disable People Organization )


Pusat Rehabilitasi YAKKUM memfasilitasi pembentukan organisasi penyandang disabilitas ( DPO ) sebagai media pembelajaran berorganisasi bagi penyandang disabilitas dan penguatan usaha antar anggota untuk tumbuh bersama sama melalui sharing pengalaman, kendala yang dihadapi, masalah masalah yang timbul untuk dapat saling belajar dari pengalaman anggota yang lain.

3.      Pendampingan usaha

Pendampingan usaha baik perorangan maupun usaha kelompok dilakukan oleh petugas secara regular untuk melihat kemajuan usaha yang dilakukan dan diskusi masalah dan kendala yang dihadapi dalam menjalankan usaha.

4.      Jaringan kerjasama dengan pengusaha local.

Untuk meningkatkan dan mengembangkan usaha penyandang disabilitas, Pusat Rehabilitasi YAKKUM memfasilitasi jalinan kerjasama antara pengusaha local, pemerintah daerah dan penyandang disabilitas.

Pengusaha local membantu bidang pemasaran produk hasil penyandang disabillitas dan atau memberikan order pekerjaan kepada mereka .  Sedangkan pemerintah daerah selain memberikan informasi khususnya bagaimana dapat mengakses bantuan untuk pengembangan usaha juga memberikan training dan pendampingan usaha.

5.      Bantuan alat bantu mobilitas untuk usaha


Masalah yang sering dihaadapi oleh penyandang disabilitas adalah masalah mobilitas yang sangat terbatas.   Dalam mengembangnkan usaha, mereka butuh untuk memperoleh bahan baku yang harganya lebih murah dan itu hanya dapat ditemukan di pasar/ grosi.  Setelah menghasilkan barang / produk untuk dijual mereka juga terkendala mobilitas untuk memasarkan dagangannya dengan jangkauan lebih luas.

Karena hal tersebut Pusat Rehabilitasi YAKKUM memfasilitasi mereka dengan alat bantu mobilitas berupa treecycle dan atau motor roda tiga.